oleh

Persiapkan Calon Diplomat, FISIP Universitas Al-Ghifari Gelar Pelatihan Diplomasi dan Negosiasi

Untuk dapat menjalin hubungan suatu negara dengan negara lain tentu dibutuhkan seorang diplomat dengan kompetensi mumpuni untuk melakukan upaya-upaya diplomasi. Guna menghasilkan calon-calon diplomat kompeten di masa depan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Al-Ghifari (Unfari) menggelar pelatihan diplomasi dan negosiasi.

Pelatihan diplomasi dan negosiasi diselenggarakan hari Sabtu, 10 April 2021, bertempat di Grand Tjokro Premiere Jalan Cihampelas Bandung dan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Al-Ghifari, Dr. H. Didin Muhafidin, S.IP, M.Si

Dr. Didin dalam sambutannya mengatakan diplomasi dan negosiasi dalam sidang-sidang internasional merupakan faktor penting yang tidak bisa diabaikan karena menjadi komponen yang sangat vital dalam hubungan antarnegara.

Dalam melakukan suatu proses diplomasi, lanjut Dr. Didin seorang diplomat tentunya memiliki peran untuk menyampaikan kepentingan, melakukan negosiasi, dan menjaga hubungan diplomatik dengan perwakilan dari negara lain. Agar tujuan diplomasi dapat tercapai, diperlukan penguasaan, teknik dan strategi diplomasi untuk memperjuangkan kepentingan negara.

Lebih lanjut Rektor Unfari mengungkapkan salah satu kelemahan bangsa adalah bidang literasi (wawasan umum) yaitu literasi bidang budaya, lingkungan dan keuangan.

“Mana mungkin suatu bangsa akan maju kalau tidak mengenal budaya termasuk budaya orang lain”, ujarnya.

Kemudian terkait literasi lingkungan, Dr. Didin Muhafidin menegaskan pentingnya setiap individu memahami dan menafsirkan kondisi lingkungan, dari hasil pemahaman dan penafsiran tersebut maka individu tersebut dapat memutuskan tindakan yang tepat dalam mempertahankan, memulihkan serta meningkatkan kondisi lingkungan.

Terakhir, ia menjelaskan pentingnya literasi keuangan. Dalam kehidupan, masyarakat pasti terlibat dalam penganggaran dan keuangan.

“Kita harus pandai mencari sumber keuangan dan juga tepat dalam pemanfaatan keuangan tersebut”, tegasnya.

Kesemuanya itu, ucap Dr. Didin akan dipraktikkan dalam kegiatan pelatihan diplomasi dan negosiasi mahasiswa FISIP Unfari.

Sementara itu, Dekan FISIP Universitas Al-Ghifari, Dr. Dina, S.I.P., M.Si yang didampingi Ketua Pelaksana kegiatan Henike Primawanti, S.I.P., M.I.Pol mengatakan kegiatan dibagi 2 sesi, sesi kesatu adalah Al-Ghifari Table Manner (ATM) dengan tema: “Good Impression at The Table” dan sesi kedua adalah simulasi sidang internasional dengan tema: Al-Ghifari Model Oic Meeting (MOM) 2021: “Covid-19 Vaccine.

Dr. Dina menyatakan untuk simulasi sidang Organization Islamic Cooperation (OIC) diikuti 44 delegasi dan 3 orang pimpinan sidang.

“Simulasi sidang ini merupakan praktik perkuliahan di mata kuliah teori dan praktik diplomasi pada prodi Hubungan Internasional dan mata kuliah kepemimpinan publik di prodi Administrasi Negara. Simulasi sidang Model OIC ini membahas tentang assuring the halalness of Covid 19 vaccination”, jelas Dr. Dina.

Untuk simulasi sidang, lanjutnya, dikemas menyerupai sidang yang dilakukan perwakilan-perwakilan negara. Mulai dari cara menyampaikan pendapat hingga sejumlah proses yang dilakukan di sidang tersebut, misalnya proses lobi.

Kegiatan tersebut, sebut Dr. Dina diikuti oleh 165 peserta yang terdiri dari mahasiswa Prodi Hubungan Internasional 73 orang, Administrasi Negara 75 orang, Sastra 2 orang, Manajemen 2 orang dan Dosen serta tamu undangan 15 orang.

“Semoga ilmu yang disampaikan oleh para narasumber dapat menjadi bekal yang sangat berguna dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya bila terkait dengan bidang kerjasama, dengan pihak dalam negeri maupun luar negeri,” ucapnya.

Informasi terkait Universitas Al-Ghifari bisa menghubungi : 022-7835813, 081221221451, 08118748686 (Henike), https://pmb.unfari.ac.id, dan https://lppm.unfari.ac.id

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed