oleh

Dosen Sastra Inggris UNPAM Selenggarakan Pelatihan Pengajaran Bahasa Berbasis Genre

Kurikulum 2013 menghendaki pembelajaran bahasa Inggris berbasis genre. Oleh karena itu, dalam pengajaran diperlukan penggunaan pendekatan genre. Sehubungan dengan hal di atas, berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru-guru bahasa Inggris yang tergabung dalam Jampang English Village, mereka masih belum banyak paham terkait berbagai pendekatan dalam mengajar.


Karena itu dosen-dosen Sastra Inggris Universitas Pamulang yang terdiri dari Boby Arisandi, Fajar Mediyawan, Bambang Irawan, Abdul Aziz serta enam mahasiswa Unpam menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Jampang English Village, Bogor secara virtual dengan tema Pelatihan Pengajaran dengan Pendekatan Genre (05/06/2021).


Genre Based Approach (GBA) adalah suatu pendekatan yang melibatkan teks di dalam proses belajar bahasa, mengintegrasikan teks dengan pembaca (siswa), berdiskusi, berlatih mandiri dan diikuti dengan proses menulis. Dengan kata lain, GBA mengajak siswa untuk berlatih menulis sambil membaca dan menganalisis teks yang dapat dilakukan secara mandiri ataupun kelompok.


Kegiatan PKM yang berbentuk workshop ini terbagi menjadi dua sesi; pertama, pemaparan tentang teori-teori GBA yang disampaikan oleh Mohammad Fajar Mediyawan, S.Pd., M.Tesol dan kedua, pemaparan tentang bagaimana GBA ini diterapkan dalam procedure text yang disampaikan oleh Bambang Irawan, S.S., M.Pd.


Dalam kegiatan pertama, Fajar menjelaskan berbagai langkah dalam pembelajaran dengan menggunakan Genre Based Approach, seperti pengeksplorasian, aktivitas membaca dan menulis, yang dapat dilakukan individu atau kelompok, dan memetakan pekerjaan yang telah ditulis.


“Dalam genre based approach, siswa diperkenalkan dengan jenis teks (narasi, deskripsi, eksposisi, dan argumentasi), dibaca, didiskusikan isi teks secara bersama, menyusun kerangka teks, jelas Fajar.


Lebih jauh Fajar juga menjelaskan bahwa langkah pembelajaran dengan Genre Based Approach meliputi (1) pemodelan teks, (2) konstruksi bersama, dan (3) konstruksi teks secara independen.

Dalam pemodelan teks, langkah yang dilakukan adalah guru memilih suatu genre teks menulis yang akan dikembangkan dalam aktivitas pembelajaran. Lalu guru dan siswa mendiskusikan genre teks melalui pemodelan dan dekonstruksi atau pemanipulasian teks.

Langkah selanjutnya, siswa diarahkan dan dikondisikan untuk mengetahui dan memahami fungsi teks, fungsi komunikatif teks; siswa menggunakan kosakata dari teks, struktur kalimat.


Sedangkan langkah yang dilakukan dalam kegiatan konstruksi bersama adalah siswa merekonstruksi teks yang diberikan (dapat dilakukan melalui parafrase). Guru secara berkelanjutan memandu siswa berdiskusi dan mengingatkan siswa sehingga mereka memahami teks yang diberikan; dan mereview kegiatan sebelumnya.


Fajar juga lebih jauh menjelaskan bahwa prosedur yang dilakukan pada konstruksi teks secara independen adalah menyuruh siswa menulis suatu genre teks secara independen.


Materi sesi kedua pelatihan ini disampaikan oleh Bambang Irawan, S.S., M.Pd. Bambang Irawan lebih banyak memfokuskan penjelasannya bagaimana GBA ini diterapkan dalam procedure text. Bambang dengan secara interaktif memberikan contoh terkait pengaplikasian teori-teori GBA dalam pembelajaran bahasa Inggris.


Acara ini ditutup dengan tanya jawab dari peserta kegiatan.Pelatihan pengajaran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yaitu, penambahan wawasan pengetahuan tentang pengajaran yang efektif. Dengan pelatihan ini diharapkan guru-guru dapat melakukan aktifitas pengajaran yang berkualitas yang sesuai dengan kurikulum dan kebutuhan karakteristik siswa.

Pelatihan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kompetensi profesi keguruannya. Selain itu, pelatihan pengajaran dengan GBA ini dapat meningkatkan mutu pendidikan, khususnya proses belajar-mengajar.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed