INDONESIA APPROACH EDUCATION (IAE) SIAPKAN JURUS “RADEC” LATIH 465 GURU DAN KEPALA SEKOLAH DI KOTA BANDUNG

  • Bagikan

BANDUNG– Organisasi Penggerak Kemendikbudristek RI, Indonesia Approach EDUCATION (IAE) siapkan formula khusus untuk melatih guru-guru dan kepala sekolah dasar di Kota Bandung. Sebanyak 450 guru dan 15 Kepala Sekolah yang akan menjadi objek pelatihan yang dilakukan oleh pihak IAE dengan menggunakan model Read, Answer, Discuss, Explain, Create (RADEC). Rencananya kegiatan yang melibatkan 15 sekolah dasar di Kota Bandung tersebut akan dimulai dari 4 Oktober hingga akhir Desember 2021 mendatang.

Ketua Indonesia Approach Education (IAE) Muh. Erwinto Imran mengatakan model pembelajaran RADEC merupakan model pembelajaran yang inovatif dalam rangka merespon tuntutan abad ke-21. Menurutnya model pembelajaran RADEC memosisikan peserta didik sebagai sebagai subjek dan pusat dalam pembelajaran. “Model ini memungkinkan peserta didik untuk terlibat secara aktif dalam pembelajaran sehingga dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan segenap potensi yang dimilikinya,” katanya (01/10)

Menurut Erwin, model RADEC ini pertama kali dikembangkan oleh Profesor Wahyu Sopandi, guru besar Universitas Pendidikan Indonesia, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran serta mendorong peserta didik untuk menguasai kompetensi abad ke-21, multiliterasi dan karakter. Ia melihat kurikulum yang dibuat untuk peserta didik di Indonesia yang terlalu cukup padat, namun demikian waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan kurikulum tersebut terbatas. Selain itu, serangkaian ujian yang harus ditempuh peserta didik pun menjadi ciri khas kurikulum yang berlaku di Indonesia.

Berangkat dari hal tersebut maka model pembelajaran RADEC dikembangkan dengan langkah-langkah pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk belajar secara aktif dan produktif dengan memperhatikan besaran kurikulum dan padatnya ujian yang harus dihadapi peserta didik.

Lebih jauh, Erwin mengatakan, model pembelajaran RADEC memiliki beberapa keunggulan diantaranya yaitu dapat mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir, dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap pembelajaran, langkah-langkah pembelajarannya mudah untuk dipahami oleh guru. “Keunggulan lainnya adalah langkah-langkah model pembelajaran RADEC ini mudah untuk dihafal dan dipahami serta dapat membantu peserta didik untuk membangun budaya membaca, meningkatkan literasi, meningkatkan pemahaman konseptual, karakter dan mendorong peserta didik untuk mengembangkan kompetensi abad ke-21,” tambahnya.

Model pembelajaran RADEC ini, lanjut mahasiswa doktoral Pendas UPI Bandung ini lebih menekankan pada aspek literasi yang meliputi literasi membaca, literasi sains, literasi teknologi dan literasi komunikasi. “Harus kita akui bahwa negara kita masih sangat lemah dalam aspek literasi sebagaimana hasil survey PISA. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Indoensia melalui peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah di bidang literasi. Jika kemampuan literasi guru dan kepala sekolah maka secara simultan itu akan berimplikasi dan menular kepada peserta didik,” ,” tutupnya.

IAE sendiri merupakan salah satu dari Organisasi Kemasyarakatan yang ada di Jawa Barat yang terpilih oleh Kemendikbudristek sebagai organisasi penggerak untuk melatih guru-guru dan Kepala Sekolah di Kota Bandung.

  • Bagikan